Wiring Load Cell 4-Wire dan 6-Wire: Apa Bedanya dan Bagaimana Cara Pemasangannya?

 Dalam dunia industri yang serba otomatis, sensor menjadi komponen vital yang memungkinkan sistem untuk berjalan efisien. Dalam penggunaannya, sensor loadcell menjadi sensor yang paling populer. Load cell bukan hanya sekadar alat untuk mengukur berat atau gaya, melainkan komponen penting yang mendukung keakuratan dalam berbagai aplikasi industri. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai apa itu load cell, bagaimana prinsip kerjanya, jenis-jenis load cell, hingga aplikasinya dalam dunia industri modern.

Load cell adalah sensor penting yang digunakan untuk mengukur berat atau tekanan dengan mengubah gaya fisik menjadi sinyal listrik. Dalam pengaturan praktis, load cell sering kali hadir dengan dua konfigurasi kabel yang berbeda: 4-wire (4 kabel) dan 6-wire (6 kabel). Masing-masing memiliki fungsi dan kegunaan khusus, terutama dalam hal loadcell wiring dan stabilitas pengukuran. Pada artikel ini, kita akan membahas perbedaan utama antara load cell 4-wire dan 6-wire serta cara pemasangannya.

loadcell wiring

Perbedaan Antara Load Cell 4-Wire dan 6-Wire

Perbedaan utama antara load cell 4-wire dan 6-wire terletak pada kabel tambahan yang ada pada load cell 6-wire, yang dikenal sebagai kabel sense. Mari kita bahas komponen dari kedua konfigurasi ini:


Load Cell 4-Wire

Load cell dengan 4 kabel adalah jenis yang paling umum digunakan dalam banyak aplikasi, terutama proyek DIY (Do It Yourself) atau sistem pengukuran sederhana. Keempat kabel ini adalah:

  1. Excitation+ (E+): Kabel ini biasanya berwarna merah, dan fungsinya adalah memberikan daya ke load cell.
  2. Excitation- (E-): Kabel ini biasanya berwarna hitam, dan berfungsi sebagai ground atau sumber daya negatif.
  3. Signal+ (A+): Kabel ini biasanya berwarna hijau, yang mengirimkan sinyal positif yang dihasilkan oleh load cell.
  4. Signal- (A-): Kabel ini biasanya berwarna putih, yang mengirimkan sinyal negatif dari load cell.

Pada konfigurasi ini, tegangan suplai dan sinyal semuanya ditransmisikan melalui keempat kabel tersebut. Load cell 4-wire cukup andal untuk aplikasi dengan jarak kabel pendek dan lingkungan yang stabil.


Load Cell 6-Wire

Load cell 6-wire memiliki enam kabel, di mana dua kabel tambahan disebut sense+ (S+) dan sense- (S-). Kedua kabel ini digunakan untuk kompensasi tegangan, yang berarti load cell ini dapat menyesuaikan perubahan tegangan yang mungkin terjadi akibat perubahan suhu atau panjang kabel yang lebih panjang. Berikut adalah kabel yang ada pada load cell 6-wire:

  1. Excitation+ (E+): Sama seperti pada load cell 4-wire, kabel merah memberikan daya ke load cell.
  2. Excitation- (E-): Kabel hitam berfungsi sebagai ground.
  3. Signal+ (A+): Kabel hijau yang membawa sinyal positif.
  4. Signal- (A-): Kabel putih yang membawa sinyal negatif.
  5. Sense+ (S+): Kabel tambahan yang membantu mengkompensasi perubahan tegangan positif.
  6. Sense- (S-): Kabel tambahan yang membantu mengkompensasi perubahan tegangan negatif.

Load cell 6-wire lebih cocok untuk aplikasi dengan kabel panjang, atau di lingkungan yang memiliki perubahan suhu yang ekstrem, karena dapat memberikan hasil pengukuran yang lebih stabil.


Cara Pemasangan Wiring Load Cell 4-Wire

Proses wiring pada load cell 4-wire sangat sederhana. Berikut adalah cara umum untuk loadcell wiring pada tipe 4-wire:

  1. Hubungkan kabel E+ (Excitation+) ke sumber daya positif, misalnya pada amplifier atau mikrokontroler.
  2. Hubungkan kabel E- (Excitation-) ke ground atau sumber daya negatif.
  3. Hubungkan kabel A+ (Signal+) ke input sinyal positif pada amplifier.
  4. Hubungkan kabel A- (Signal-) ke input sinyal negatif pada amplifier.

Proses ini akan cukup untuk mendapatkan sinyal dari load cell dan digunakan dalam banyak aplikasi sederhana.


Cara Pemasangan Wiring Load Cell 6-Wire

Wiring pada load cell 6-wire sedikit lebih rumit karena melibatkan dua kabel sense tambahan. Berikut adalah cara memasangnya:

  1. Koneksi Excitation: Hubungkan kabel E+ (Excitation+) dan E- (Excitation-) ke sumber daya positif dan negatif seperti pada load cell 4-wire.
  2. Koneksi Signal: Hubungkan kabel A+ (Signal+) dan A- (Signal-) ke input sinyal pada amplifier.
  3. Koneksi Sense: Hubungkan kabel S+ (Sense+) dan S- (Sense-) ke input sense pada amplifier atau mikrokontroler.

Kabel sense ini akan membantu load cell untuk menyesuaikan perubahan tegangan yang mungkin terjadi selama operasi, seperti ketika panjang kabel menjadi terlalu panjang atau ada perubahan suhu.


Kapan Harus Menggunakan Load Cell 4-Wire atau 6-Wire?

  1. Load Cell 4-Wire: Direkomendasikan untuk aplikasi yang lebih sederhana, dengan jarak kabel yang pendek, dan di lingkungan yang stabil secara termal. Contoh aplikasi termasuk timbangan kecil atau proyek Arduino.
  2. Load Cell 6-Wire: Ideal untuk aplikasi yang membutuhkan stabilitas lebih tinggi, terutama ketika load cell berada di lingkungan yang berubah-ubah atau ketika jarak kabel lebih panjang. Misalnya, load cell industri yang digunakan dalam skenario berat atau jarak jauh.

loadcell wiring

Kesimpulan

Perbedaan utama antara load cell 4-wire dan 6-wire adalah adanya dua kabel sense tambahan pada load cell 6-wire yang berguna untuk meningkatkan akurasi dalam kondisi tertentu. Memahami cara melakukan loadcell wiring pada kedua jenis ini akan sangat membantu dalam mendapatkan hasil pengukuran yang akurat dan stabil. Untuk aplikasi yang lebih sederhana dan tidak memerlukan kompensasi tegangan, load cell 4-wire sudah cukup. Namun, untuk aplikasi yang lebih kompleks, terutama yang melibatkan lingkungan yang lebih keras atau jarak kabel yang lebih panjang, load cell 6-wire lebih disarankan.

Loadcell adalah perangkat yang sangat penting dalam industri modern, terutama dalam otomatisasi dan sistem pengukuran. Dengan berbagai jenis dan aplikasinya, load cell memastikan bahwa sistem industri dapat beroperasi dengan presisi tinggi, efisiensi maksimal, dan keamanan yang terjaga. Sebagai salah satu komponen kunci dalam banyak sistem otomatis, load cell akan terus memainkan peran penting dalam mendukung revolusi industri 4.0.

Komentar